Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017
Jejak Kiai Banyuwangi

Misteri Kiai Ibrahim dan Diaspora Banten di Banyuwangi

Home / Opini / Misteri Kiai Ibrahim dan Diaspora Banten di Banyuwangi
Misteri Kiai Ibrahim dan Diaspora Banten di Banyuwangi Ayung Notonegoro. (Foto: Istimewa)

Pembuangan para tawanan politik tersebut ke Banyuwangi bukanlah hal yang aneh. Pasca Perang Bayu pada 1771, Banyuwangi kekurangan penduduk. Untuk menggarap potensi di Banyuwangi, Belanda mendatangkan banyak orang ke daerah yang baru ditaklukannya tersebut. Selain diundang untuk bekerja, ada pula yang dikirim ke Banyuwangi sebagai tahanan politik.

Para tawanan politik yang pada dasarnya adalah ulama tersebut, yang memutuskan tetap tinggal di Banyuwangi, kembali melakukan aktivitas dakwahnya. Mereka mulai merintis pesantren dan melakukan Islamisasi di bekas kerajaan Hindu terakhir di Pulau Jawa itu.

Dari jejaring ulama Banten inilah, menjadi salah satu penyebab Islam di Banyuwangi berkembang. Banten bersama Cirebon yang ber etnis Sunda, bercampur dengan masyarakat beretnis Madura dan masyarakat berkultur Matraman membentuk peradaban Islam. Peradaban yang khas, karena mampu berkolaborasi dengan kekayaan budaya masyarakat asli Banyuwangi. A

 

Penulis: Ayung Notonegoro, penggiat di Komunitas Pegon yang bergerak dalam meneliti, mendokumentasi, dan mempublikasi sejarah dan hal ihwal tentang pesantren dan NU di Banyuwangi.

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com