Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Kisah 'Kacang Unting' Desa Olehsari yang Dijual Hingga ke Bali

Home / Peristiwa / Kisah 'Kacang Unting' Desa Olehsari yang Dijual Hingga ke Bali
Kisah 'Kacang Unting' Desa Olehsari yang Dijual Hingga ke Bali Ibu-ibu Desa Olehsari \'mbibiti\' atau membersihkan kacang untuk \'diuntingi\', direbus dan dijual. (Foto: Ahmad Suudi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Selama ini Desa Olehsari di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur hanya dikenal sebagai desa dengan kegiatan adat Seblang Olehsari yang digelar hari ke-6 Perayaan Idul Fitri. Ternyata desa yang dilewati jalur jalan menuju Gunung Ijen itu memiliki potensi ekonomi lain yang unik dan tidak dimiliki desa-desa lain di Banyuwangi, Kacang Untingan.

Bila berjalan kaki mengelilingi desa seluas 3,59 km persegi itu, akan mudah sekali menemukan ibu-ibu berkumpul di teras rumah sambil 'mbibiti' atau membersihkan kacang tanah yang masih tergantung di batangnya.

Lepas satu rumah, selang beberapa rumah akan kita temukan lagi kelompok ibu-ibu membersihkan, membentuk ikatan atau 'unting' 15 kacang utuh dengan kulitnya, dan mencucinya sebelum direbus.

Kacang-Unting-2ZB4VO.jpg

Biasanya mereka merupakan satu keluarga besar, saudara pengusaha yang dibayar untuk membersihkan dan mengikat kacang, dengan upah Rp 4.000 per 100 unting kacang yang didapat. Biasanya dalam sehari, mereka mampu membersihkan dan mengikat 250 unting kacang dalam satu hari, bahkan lebih menjelang lebarang atau jelang hari-hari besar nasional.

Misalnya pasangan Amad dan Siti yang menceritakan, dalam satu kali rebusan mereka memasukkan 300 unting kacang dalam 1 panci besar ditambah 1 kilogram garam, di atas tungku kayu. Kayu 1 kubik mereka beli dengan harga Rp 60 ribu yang mampu digunakan untuk memasak sebanyak 5 kali.

"Dulu garam Rp 2.500 harganya per kilogram, sekarang sedang naik harganya Rp 7.500 per kilogram," kata Siti kepada TIMES Indonesia, Kamis (03/8/2017).

Suaminya, Amad, akan membawa kacang unting rebus pagi buta ke Bali setiap hari dengan naik bus umum. Bisa saja Amad berjualan di Banyuwangi, bisa di Kabupaten Jembrana di Bali barat yang dekat dengan Banyuwangi, atau berjualan terus jauh ke selatan hingga Denpasar, bisa juga Amad membawa 300 unting kacang, atau 500 unting kacang, semua tergantung dimana dan bagaimana ada acara besar yang menjadi pusat keramaian.

Berita Terkait

Komentar

302 Found

Found

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com