Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Kartika Soekarno Foundation Bantu Tingkatkan Pendidikan Dasar Banyuwangi

Home / Pendidikan / Kartika Soekarno Foundation Bantu Tingkatkan Pendidikan Dasar Banyuwangi
Kartika Soekarno Foundation Bantu Tingkatkan Pendidikan Dasar Banyuwangi Direktur Eksekutif KSF Stephen James Woodhouse (kanan) saat bertemu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Kartika Soekarno Foundation (KSF) menyatakan akan membantu Pemerintah Daerah dalam peningkatan pendidikan dasar di Banyuwangi.

Direktur Eksekutif KSF Stephen James Woodhouse mengatakan kepemimpinan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, oleh KSF dinilai memiliki komitmen yang kuat dalam pengembangan pendidikan.

“Kami melihat Bupati Banyuwangi punya komitmen yang tinggi terhadap pendidikan, bisa menciptakan lingkungan pendidikan yang baik. Kerja Dinas Pendidikannya juga cukup efektif, sehingga dipilih kerja samanya dengan Banyuwangi. Kerja sama bisa memberikan nilai tambah pendidikan dasar di Banyuwangi yang menurut saya telah berjalan baik,” ungkap James yang merupakan mantan Kepala Unicef Indonesia, Malaysia, dan Eropa di kantor kerja Bupati Anas, Senin (31/7/2017).

Penanganan pendidikan Banyuwangi dianggap baik dari prioritas anggaran pendidikan, toilet bersih, hingga ruang publik untuk bermain anak. Sedangkan bentuk kerja sama akan dilakukan dengan pelatihan dan peningkatan keterampilan, kemampuan pengajaran, terutama bagi kepala sekolah.

Pelaksanaannya sendiri akan melibatkan 71 kepala sekolah SD di Kecamatan Banyuwangi dan Kabat. Mereka akan diberikan training hingga bulan April 2017 tentang guru yang seharusnya menjadi fasilitator dan bisa memotivasi anak didik mengembangkan potensinya.

“Nanti sistemnya in-out. Kepala sekolah kita bekali ilmu, kembali ke sekolah, lalu pelatihan lagi, dan seterusnya begitu hingga April mendatang. Selain kepala sekolah, juga akan dilibatkan tokoh masyarakat dan wali murid agar bisa terlibat dalam peningkatan pendidikan di sekolah tersebut,” imbuh James.

Sementara itu, Bupati Anas menyambut hangat tawaran dari Lembaga non-profit yang bergerak dalam pengembangan potensi anak-anak tersebut. Hal itu sesuai dengan harapan Pemkab Banyuwangi untuk membangun pendidikan yang melibatkan partisipasi masyarakat secara efektif.

“Saya menyambut dengan tangan terbuka, berbagai kerjasama dengan berbagai pihak yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan di Banyuwangi. Seperti halnya yang dilakukan oleh KSF ini,” ungkapnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com