Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Bappenas: Terjadi Kesalahanpahaman Soal Investasi Dana Haji

Home / Peristiwa / Bappenas: Terjadi Kesalahanpahaman Soal Investasi Dana Haji
Bappenas: Terjadi Kesalahanpahaman Soal Investasi Dana Haji Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. (Foto: Elshinta)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ada kesalahpahaman dalam memahami investasi dana haji di sektor infrastruktur dengan penggunaan dana haji untuk membiayai pembangunan di sektor infrastruktur.

Demikian penilaian Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro soal polemik pemanfaatan dana haji yang saat ini berkembang.

BACA JUGA: Presiden: Daripada 'Idle', Dana Haji Lebih Baik Diinvestasikan

"Ada kesalahpahaman istilah penggunaan dana haji untuk infrastruktur. Karena kalau diartikan misalnya dana haji Rp90 triliun, terus Rp10 triliun digunakan untuk belanja ke infrastruktur, ya.. itu tidak boleh. Karena itu uangnya pemilik dana haji tersebut. Yang betul adalah investasi dana haji di infrastruktur," katanya dalam acara jumpa pers di Jakarta, Jumat (28/7) dilansir Antara.

Menurut dia, menginvestasikan dana haji adalah hal yang sudah biasa dilakukan Kementerian Agama sampai saat ini. Seperti mengivestasikan dana haji ke dalam bentuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) misalnya,

"Investasi dana haji di proyek infrastruktur sama dengan investasi dana haji yang selama ini dilakukan oleh Kementerian Agama seperti ke bank syariah maupun Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk," tambahnya.

Dia menilai jika dana haji diinvetasikan ke sektor infrastruktur maka imbas hasilnya jauh lebih menjanjikan.

Hasil dari investasi tersebut bisa dimanfaatkan dan digunakan untuk meningkatkan layanan ibadah haji itu sendiri.

"Jadi sebenarnya niatnya adalah bukan sekadar infrastruktur, melainkan memberikan 'return' yang bermanfaat bagi calon jemaah haji kita. Dana haji itu harus dikelola dengan baik sehingga hasilnya dapat digunakan untuk memperbaiki pelayanan haji menjadi lebih baik," tegasnya.

Dia menambahkan, karena sifat dana haji adalah dana jangka panjang atau 'long term funding' maka sangat sesuai untuk membiayai proyek infrastruktur yang sifatnya juga merupakan proyek jangka panjang atau 'long term project'.

"Makanya Presiden bilang saya akan kasih proyek-proyek yang enak seperti jalan tol di Jakarta dan juga pembangkit listrik, yang pasti nanti akan dibeli PLN," tambahnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com