Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Banyuwangi Jadi Kabupaten Paling Inovatif Kendalikan Inflasi

Home / Ekonomi / Banyuwangi Jadi Kabupaten Paling Inovatif Kendalikan Inflasi
Banyuwangi Jadi Kabupaten Paling Inovatif Kendalikan Inflasi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pasar Banyuwangi. (Foto: Humas Pemkab for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi meraih penghargaan pemerintah pusat sebagai daerah paling inovatif dalam pengendalian inflasi. Penghargaan diserahkan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Penyerahan penghargaan itu dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi yang dihadiri Presiden Joko Widodo, jajaran menteri Kabinet Kerja, dan Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Poin keunggulan Banyuwangi adalah pengembangan ekonomi pedesaan melalui sinergi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog). Sinergi BUMDes dan Bulog di Banyuwangi, kata Anas, adalah upaya memperkuat ekonomi desa sekaligus menjaga daya tahan ekonomi rakyat.

”Dana untuk desa baik dari APBN maupun APBD sangat besar, dan itu harus bisa mendorong penguatan ekonomi masyarakat, termasuk melalui penguatan kapasitas BUMDes. Dari sana lahir sinergi BUMDes dan Bulog yang terbukti selama Ramadan dan Lebaran lalu, harga-harga stabil,” ujar Anas.

Anas juga mengatakan berbagai kemajuan yang didapat di Banyuwangi adalah hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat selama ini. Dengan kerja sama itu dan Bumdes, rantai distribusi bahan pangan pun terpangkas, sehingga harga bisa lebih murah.

Anas mengatakan, inflasi mendapat perhatian serius karena perekonomian Banyuwangi yang terus menanjak, harus dibarengi upaya agar daya beli rakyat tidak tergerus.

Dengan demikian, sinergi Bulog dan Bumdes bisa sekaligus menjawab dua kebutuhan/tantangan sekaligus, yaitu memperlancar distribusi bahan pangan untuk mengendalikan harga dan menjaga daya beli warga, sekaligus memberdayakan serta memperkuat ekonomi pedesaaan.

”Pendapatan per kapita warga kami meningkat pesat yakni Rp 41,46 juta per orang per tahun pada 2016, namun inflasi harus terjaga. Alhamdulillah, hingga Juni 2017, inflasi kami terendah dibanding daerah-daerah lain di Jatim. Inflasi kami sebesar 2,1 persen, sedangkan rata-rata Jatim 2,97 persen,” ujar bupati 43 tahun ini.

Saat ini, terdapat 35 BUMDes di Banyuwangi yang sudah bersinergi dengan Bulog. Anas mengatakan, pihaknya akan terus tingkatkan jumlah BUMDes dengan meneken kerja sama resmi dengan Bulog. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com