Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Sukses Cegah Pernikahan Dini, Bondowoso Kembali Raih Penghargaan

Home / Peristiwa / Sukses Cegah Pernikahan Dini, Bondowoso Kembali Raih Penghargaan
Sukses Cegah Pernikahan Dini, Bondowoso Kembali Raih Penghargaan Bupati Bondowoso Amin Said Husni. (Foto: Dok TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Bupati Bondowoso H Amin Said Husni mendapatkan penghargaan atas upayanya mencegah pernikahan dini di kabupaten setempat. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Riau pada Sabtu (22/0/2017) lalu. 

Kepada TIMES Indonesia, Amin menuturkan, penghargaan ini tidak lepas dari peran semua pihak yang mendukung pencegahan pernikahan dini di Bondowoso. Dengan diterimanya penghargaan ini kata dia, diharapkan menjadi pelecut semangat untuk terus memperbaiki Bondowoso.

"Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya mencegah atau mengurangi angka pernikahan dini yang ada di Bondowoso," tutur Amin. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Nunung Setianingsih mengatakan penghargaan ini diperoleh setelah tim independen melakukan verifikasi lapang Kabupaten Layak Anak (KLA) pada Juni lalu. 

"Setelah mendapat penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA), kami kemudian dipanggil kembali dan mewakili Bupati Bondowoso yang mendapatkan penghargaan atas upayanya mencegah pernikahan dini di Bondowoso," ucapnya.

Ia menambahkan untuk mendukung itu, Dinas PPKB juga rutin menggelar pertemuan dan sosialisasi yang melibatkan forum peduli anak, remaja dan mahasiswa.

Berdasarkan data yang diperoleh, angka pernikahan anak di Bondowoso pada tahun 2015 sebesar 48 persen dan pada 2016 turun di angka 43 persen. Ke depan, Nunung berharap Pemerintah Kabupaten Bondowoso dapat memberikan regulasi mengenai batasan Usia Kawin Pertama (UKP). (*)

Berita Terkait

Komentar

Connect failed: No route to host

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com