Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017
Temuan Dosen ITN Malang

Dosen ITN Ini Gunakan Bambu Sebagai Pengganti Galangan Baja

Home / Peristiwa / Dosen ITN Ini Gunakan Bambu Sebagai Pengganti Galangan Baja
Dosen ITN Ini Gunakan Bambu Sebagai Pengganti Galangan Baja Ir Ester Priskasari, MT, Dosen Teknik Sipil ITN Malang. (Foto: Senda/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur, memiliki banyak dosen yang kreatif dan inovatif. Salah satunya adalah Ir Esther Priskasari MT. 

Ketua Laboratorium Mekanika Tanah ITN ini membuat inovasi yang sederhana, namun memiliki dampak yang besar. 

Esther, panggilan akrabnya, membuat bambu sebagai pengganti galangan baja pada konstruksi beton. 

"Bambu dengan pengasaran pada permukaan," kata dia kepada TIMES Indonesia, saat berbincang di ruangan Humas ITN.

Bambu-bajaVQwW.jpg

Pemilik usaha konstruksi ini, melanjutkan, agar permukaan bambu kasar, dia menggunakan kawat yang dililitkan pada bambu kering. 

"Bambu kering dililit kawat, jika di baja permukaannya memiliki cekungan yang membuat daya lekat tinggi. Pada bambu, dililitkan dengan kawat juga agar daya lekatnya tinggi," beber dia. 

Penelitiannya ini, lanjut dia, terinspirasi dari baja ulir yang memiliki permukaan kasar. Menurut dia, penggunaan bambu untuk konstruksi ini sudah banyak diterapkan. Namun, Esther menyempurnakan dengan memberi lilitan pada permukaannya. 

"Dasar ilmu ada, tulangan bambu sudah diaplikasikan di lapangan. Tulangan itu diperlukan agar bangunan tidak susut dan tidak retak," tegas dia. 

Bambu-baja-2LrgzY.jpg

Dosen pengampu mata kuliah perencanaan jembatan itu menjelaskan, bambu memiliki kekuatan yang bagus dan ringan. Utamanya, untuk konstruksi seperti plat.

Namun, Esther menegaskan, bambu juga memiliki kekurangan. Kekurangannya adalah daya lekat yang memiliki sifat hydroscopis alias kadar air yang naik turun.

"Jika menyusut airnya ada rongga. Menyebabkan kerjasama antara tulangan dan beton berkurang. Maka dari itu diberikan lilitan agar tidak ada sifat hydroscopis. Sebelumnya, bambu harus dikeringkan," tegas dia. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com