Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Perusahaan Sebut Kru Ground Handling Tidak Ada Hubungan dengaan Bandara Blimbingsari

Home / Peristiwa / Perusahaan Sebut Kru Ground Handling Tidak Ada Hubungan dengaan Bandara Blimbingsari
Perusahaan Sebut Kru Ground Handling Tidak Ada Hubungan dengaan Bandara Blimbingsari Ketua Serikat Pekerja Ground Handling bandara Blimbingsari, Yudi Purnomo SE. (Foto: Istimewa)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Direktur CV Radhitia Avio Jasa (CV RAJ) Banyuwangi, Sukanti Swastikawati SH MM, menyebut bahwa laporan yang dilakukan karyawan ground handling ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banyuwangi, Jawa Timur, tidak ada kaitan dengan otoritas bandara Blimbingsari. Karena CV yang dia miliki, hanya penyedia jasa bagi maskapai penerbangan.

“Maskapai itu butuh, kita menyediakan fasilitas, alat-alat itu kita yang menyediakan,” katanya, Jumat malam (21/7/2017).

Terkait laporan Perserikatan Pekerja Ground Handling, tentang gaji dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK), dia juga menuding bahwa itu tidak benar. Tapi Sukanti mengakui, bayaran Yudi Purnomo SE, selaku Ketua Perserikatan Pekerja memang dibawah UMK. Itu dinilai menjadi konsekuensi lantaran Yudi jarang masuk kerja. Bahkan, dalam sebulan pria asal Dusun Krajan, Desa Glagah, Kecamatan Glagah, tersebut pernah masuk hanya 4 hari saja.

“Absen yang asli saya ada, Yudi itu tidak pernah masuk, sebulan masuk cuma 4 hari, mulai tahun lalu sudah saya peringatkan,” katanya.

Lebih lanjut, Direktur CV RAJ, juga menilai Yudi sebagai karyawan yang mbalelo. Dia yang awalnya pengangguran, direkrut atas dasar pertemanan. Yudi adalah teman SMA anak dari Sukanti.

Padahal, sesuai prosedur, untuk menjadi karyawan dilingkungan bandara, harus memiliki kualifikasi tertentu. Yang didapat melalui pendidikan khusus. Namun, karena ada ikatan pertemanan, dia bisa dengan mulus diterima kerja.

“Yudi itu bukan orang bener, dia orang gak tahu diuntung, pengangguran, keleleran, minta pekerjaan, kita kasih pekerjaan, dia itu tidak punya kualifikasi apa apa,” ungkap Sukanti.

Sementara itu, Yudi Purnomo mengakui bahwa sejak menjadi Ketua Serikat Pekerja Ground Handling bandara Blimbingsari, dia memang sering tidak masuk kerja. Itu terpaksa dilakukan karena dia harus memperjuangkan hak normatif anggotanya selaku karyawan. Salah satunya untuk mendapat gaji sesuai UMK.

“Dan dalam memperjuangkan hak anggota, kita dijamin Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/ Serikat Buruh,” katanya.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Cabang Banyuwangi, Helmi Rosadi, selaku pendamping menambahkan, sesuai Undang-Undang, karyawan berhak mendapat gaji sesuai UMK serta diikut sertakan dalam BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Disisi lain, karyawan memiliki kewajiban bersedia bekerja sesuai aturan perusahaan.

“Dalam kasus ini, perusahaan dinilai karyawan belum memenuhi hak. Dan saat ada perekrutan dengan tidak memenuhi kualifikasi, apa itu tidak mengancam keamanan bandara, sepertinya pemerintah harus melakukan kajian ulang,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Serikat Pekerja karyawan Ground Handling bandara Blimbingsari, melaporkan CV RAJ selaku perusahaan yang menaungi. Dengan dampingan KSPI cabang Banyuwangi, mereka meminta pemenuhan hak normatif, terutama pembayaran gaji sesuai UMK. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com