Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Cara Tanam Karang Laut dengan Listrik Dikembangkan di Bangsring

Home / Peristiwa / Cara Tanam Karang Laut dengan Listrik Dikembangkan di Bangsring
Cara Tanam Karang Laut dengan Listrik Dikembangkan di Bangsring Peserta pelatihan menyiapkan rak berbentuk kubah untuk menanam karang dengan metode biorock di area Konservasi Laut Bangsring. Banyuwangi. (Foto: Ahmad Suudi/TIMES Indonesia)

"Bibit dari karang akan diletakkan di media yang menjadi kutub negatif dan biasanya menggunakan besi. Dengan aliran listrik maka akan mempercepat pengapuran dan karang tumbuh 6 kali lebih cepat," jelas Ikhwan Arief, ketua Kelompok Nelayan Samudra Bakti, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (20/7/2017).

Selain merangsang keanekaragaman hayati di laut, Ikhwan mengatakan, metode biorock juga mengurangi erosi, yang saat ini menjadi masalah serius pada terumbu karang.

Peserta-latihan-menarik-kabelT3Qp1.jpgPeserta latihan menarik kabel untuk mengalirkan listrik ke rak karang di dasar laut di area Konservasi Laut Bangsring Banyuwangi (Foto : Ahmad Suudi/ TIMES Indonesia)

Mengikuti pelatihan yang digelar Dinas Kelautan Provinsi Jawa Timur tersebut, para nelayan langsung mendapatkan materi dari tim dosen Universitas Brawijaya Malang.

Ikhwan mengatakan selain mempelajari metode biorock, perwakilan kelompok masyarakat pengawas bahari yang mayoritas adalah nelayan juga diberi pembekalan tentang pentingnya ekosistem terumbu karang bagi kelangsungan hidup manusia.

"Harapannya agar nelayan bisa mempraktekkan transplantasi terumbu karang dengan metode biorock di wilayahnya masing-masing karena sudah banyak terumbu karang yang rusak karena penangkapan ikan menggunakan potas, bom ikan dan juga pemanasan global," pungkas Ikwan. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com