Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Presiden Tegaskan Pemblokiran Telegram Berdasarkan Pengamatan yang Cukup Lama

Home / Peristiwa / Presiden Tegaskan Pemblokiran Telegram Berdasarkan Pengamatan yang Cukup Lama
Presiden Tegaskan Pemblokiran Telegram Berdasarkan Pengamatan yang Cukup Lama Presiden RI Joko Widodo (Foto: Sekretriat Kabinet)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyatakan pemblokiran terhadap aplikasi media sosial Telegram bukan merupakan keputusan mendadak tetapi berdasar pengamatan yang cukup lama.

"Pemerintah kan sudah mengamati lama dan kita kan negara yang mementingkan keamanan negara, keamanan masyarakat," kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai memberikan kuliah umum di Akademi Bela Negara Partai Nasdem Jakarta, Minggu, (16/7) seperti ditulis di laman setkab.go.id.

Menurut Presiden, di medsos Telegram ditemukan telah ribuan bentuk komunikasi yang dikategorikan dapat mengganggu keamanan negara dan keamanan masyarakat.

BACA JUGA: Kapolri: Pemblokiran Telegram Berdasarkan Pengamatan Intelijen yang Cukup Lama

"Bukan hanya satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tapi ribuan. Oleh sebab itu keputusan itu dilakukan," katanya.

Soal rencana menutup beberapa aplikasi media sosial yang lain, Presiden menyatakan bahwa memang ada fakta masih ada ribuan yang lolos dan digunakan, baik untuk membangun komunikasi antarnegara, untuk hal-hal yang berkaitan dengan terorisme.

Namun demikian, Pemerintah sudah bekerjasama dengan perusahaan aplikasi media sosial dan layanan pesan instan telah dilakukan untuk memberantas akun-akun yang berhubungan dengan terorisme.

Dengan kerjasama tersebut, pemblokiran Telegram tidak akan diikuti dengan penutupan media sosial yang lain yang sudah bekerjasama. "Saya kira Menkominfo sudah menyampaikan. Tidak hanya sekali dua kali saja," katanya.

Presiden juga menjelaskan masih banyak aplikasi lain yang masih dapat digunakan masyarakat untuk berkomunikasi. “Kita lihat masih banyak aplikasi-aplikasi yang lain yang bisa digunakan,” katanya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Connect failed: No route to host

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com