Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

IPB Perkuat Pengendalian Kebakaran Hutan dengan Hasil Penelitian

Home / Pendidikan / IPB Perkuat Pengendalian Kebakaran Hutan dengan Hasil Penelitian
IPB Perkuat Pengendalian Kebakaran Hutan dengan Hasil Penelitian Ilustrasi kebakaran hutan. (Foto: Istimewa)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Salah satu penyebab kurang berhasilnya upaya pengendalian kebakaran hutan adalah minimnya data dan informasi berdasarkan hasil penelitian. Hal tersebut disampaikan Prof Dr Ir Bambang Hero Saharjo MAgr dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Hasil penelitian kami, salah satu kurang berhasilnya upaya pengendalian kebakaran hutan adalah sedikitnya informasi yang terkait scientific base," ujar Bambang di Jakarta, Senin (10/7/2017) seperti dikutip antaranews.com.

Sebagai upaya membantu pengendalian kebakaran hutan, IPB membentuk Pusat Data Pengendalian Kebakaran Hutan Regional Asia Tenggara (RFMRC-SEA) untuk memberikan informasi dan data secara akurat.

Menurut Bambang, RFMRC-SEA didirikan untuk menyajikan data dan informasi berdasarkan hasil penelitian yang akurat untuk digunakan dalam upaya pengendalian kebakaran hutan kawasan Asia Tenggara.

Adanya RFMRC-SEA ini, lanjutnya, bisa menjadi bukti ilmiah dari apa yang sebenarnya terjadi pada kasus kebakaran hutan dan lahan. Informasi dan data akurat menjadi solusi di tengah simpang siurnya informasi yang diterima publik.

"RFMRC-SEA juga bisa menjadi sumber informasi baru bagi dampak-dampak yang disebabkan oleh kasus kebakaran hutan yang sebelumnya tidak diketahui oleh publik," jelas guru besar bidang perlindungan hutan ini.

Selain penelitian, lembaga independen ini juga akan menjalin kerja sama di bidang penelitian dengan negara-negara di Asia Tenggara.

Bambang menambahkan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mendukung RFMRC-SEA untuk membantu pemerintah mengupayakan pengendalian kebakaran hutan dengan hasil kebijakan yang berdasar data ilmiah. Lembaga ini juga mendapat dukungan dari Global Fire Monitoring Center (GFMC) dan sokongan dana dari Jerman hingga 2019. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com