Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Akademisi Sidoarjo Kagumi Pelayanan Publik di Banyuwangi

Home / Pendidikan / Akademisi Sidoarjo Kagumi Pelayanan Publik di Banyuwangi
Akademisi Sidoarjo Kagumi Pelayanan Publik di Banyuwangi Rombongan Umsida ditemui Kepala Bappeda Banyuwangi dan Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi di Ruang Rempeg Jogopati Kantor Pemkab Banyuwangi (Foto : Humas Pemkab for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Rombongan dosen dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi selama 2 hari, Jumat - Sabtu (7-8/7/2017).

Rombongan yang berisi 8 orang dosen dan 73 orang mahasiswa ini mengunjungi Smart Kampung Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro untuk menyaksikan langsung bagaimana pelayanan publik berjalan di sana. Seperti permohonan pembuatan Kartu Keluarga (KK). 

Mereka datang ke daerah berjuluk The Sunrise of Java itu untuk belajar kebijakan dan pelayanan publik, serta pola kepemimpinan yang diterapkan di Banyuwangi.

"Excited banget. Tadi lihat warga bikin KK cepat sekali. Dua menit sudah jadi karena semua serba pakai IT.  Keren banget, ngurus apa-apa cukup di kantor desa. Sistemnya ‘gila’. Kayaknya ini harus diterapkan juga di Sidoarjo," ujar Wahyu Tri, mahasiswa semester 4 Fakultas FISIP Umsida.

Sementara itu, Ketua Prodi Ilmu Administrasi Publik Fakultas FISIP Umsida, Ainur Rohmaniah, menjelaskan alasan memilih Banyuwangi sebagai lokasi studi banding ini, karena takjub dengan pesatnya kemajuan Banyuwangi dalam lima tahun terakhir.

“Kami sudah terlalu sering mendengar kehebatan Banyuwangi melalui media. Prestasinya banyak sekali. Ini yang membuat kami penasaran, bagaimana daerah pinggiran bisa berkembang pesat, padahal daerah kami saja belum bisa. Makanya saya ajak rekan-rekan dosen lintas prodi dan mahasiswa untuk belajar banyak hal dari Banyuwangi. Khususnya kebijakan dan pelayanan publik,  serta kepemimpinan yang menurut saya tiada duanya,” ujar Ainur setelah melihat Smart Kampung Desa Ketapang.

Di Banyuwangi, rombongan ditemui Kepala Bappeda Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono dan Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Muhammad Yanuar Bramuda.(*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com