Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Motor Guru di Banyuwangi Dirampas Summit Oto Finance Didepan Wali Murid

Home / Peristiwa / Motor Guru di Banyuwangi Dirampas Summit Oto Finance Didepan Wali Murid
Motor Guru di Banyuwangi Dirampas Summit Oto Finance Didepan Wali Murid Keluarga Yuni P, Guru Paud, saat melapor ke Polsek Kalipuro, terkait aksi perampasan motor kreditan yang dilakukan 3 orang petugas Summit Oto Finance Banyuwangi. (Foto: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Perlakuan tidak menyenangkan dialami Yuni P, warga Lingkungan Kalipuro Asri, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur. Motor kreditan guru salah satu Paud ini dirampas oleh 3 orang dept colector perusahaan finance, Summit Oto Finance Banyuwangi.

Aksi yang menjurus kriminalitas ini terjadi pada Jumat malam, 16 Juni 2017 lalu. Saat itu, Yuni yang sedang terbaring sakit dirumah, tiba-tiba didatangi 3 orang berperawakan kekar.

Dengan setengah memaksa, mereka yang mengaku petugas Summit Oto Finance Banyuwangi, meminta motor jenis Honda Scoopy, Nopol P 5528 WL, milik Yuni.

Mirisnya perbuatan tersebut dilakukan didepan murid dan salah satu wali murid yang sedang datang menjenguk. Karena takut dan malu, akhirnya Yuni terpaksa menandatangai surat penyerahan unit yang disodorkan.

Perampasan ini dilakukan lantaran Yuni nunggak pembayaran kredit motor selama 2 bulan. Sebagai konsumen, sebenarnya dia bersedia membayar, meskipun agak telat.

Namun, seperti mencari celah kesalahan, niatan tersebut tidak diterima dan malah dilakukan perampasan paksa.

“Mereka bilang, jika sudah punya uang, motor bisa kembali diambil dikantor Summit Oto Finance Banyuwangi,” ungkap Yuni, Selasa (4/7/2017).

Selang beberapa hari Yuni pun datang ke kantor Summit Oto Finance Banyuwangi, sambil membawa uang pembayaran. Bahkan, bukan 2 bulan lagi yang akan dia bayar, tapi 3 bulan.

Tapi apa yang didapat, oleh perusahaan dia lagi-lagi dipersulit. Yuni diminta membayar 8 bulan angsuran, denda keterlambatan pembayaran dan biaya tarik atau uang eksternal sebesar Rp 1,5 juta.

Yang lebih membuat miris, salah satu staff Summit Oto Finance Banyuwangi, justru menganjurkan agar Yeni menggunakan uang 3 angsuran tersebut untuk  dijadikan uang muka kredit motor baru lagi.

Akibat kejadian itu, pupus sudah harapan guru janda satu anak tersebut untuk bisa berlebaran dengan motor kreditannya. Dan karena seluruh upaya tetap tidak membuahkan hasil, akhirnya Yeni, melalui salah satu keluarga, Muhammad Yassin Soepardi, Selasa (4/7/2017), melaporkan aksi perampasan ini ke Polsek Kalipuro.

“Kita sudah melaporkan ke Kepolisian, karena tradisi mengambil paksa ini sudah tidak benar dan tidak bisa dibiarkan,” ucap pria asal Lingkungan Krajan, Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi.

Dikonfirmasi terpisah, Pimpinan Summit Oto Finance Banyuwangi, Khadafi, mengaku belum mengetahui kejadian tersebut. Dan saat disinggung terkait prosedur pengambilan unit, dia enggan berkomentar.

“Saya masih diperjalanan, saya diluar kota,” katanya.

Sudah menjadi rahasia umum, aksi pengambilan paksa unit kendaraan kreditan memang kerap dilakukan oleh oknum eksternal perusahaan finance di Banyuwangi. Bahkan tak tanggung-tanggung, aksi yang cenderung mengarah kriminalitas tersebut banyak dilakukan dengan melakukan penghadangan dijalanan. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com