Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017
Mudik 2017

Pemudik Roda Dua Nekat Boncengan Empat

Home / Peristiwa / Pemudik Roda Dua Nekat Boncengan Empat
Pemudik Roda Dua Nekat Boncengan Empat Suparman mengendarai sepeda motor dengan membonceng anak dan istrinya di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jum'at (30/6/2017). (Foto : Romi S/TIMESIndonesia)
Fokus Berita

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kesadaran berkendara dengan aman saat mudik Lebaran terlihat masih rendah.

Ini terlihat masih banyaknya pengendara roda dua yang menyeberang ke Bali di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur yang membawa barang berlebih dan sepeda motor dinaiki lebih dari dua orang.

Kondisi ini memunculkan resiko kecelakaan pada pengendara.

Seperti yang dilakukan oleh Fajar Fahmi. Pria asal Situbondo ini, membawa istri dan dua anaknya menggunakan sepeda motor. Dengan alasan tak punya pilihan lain Fajar mengaku kembali ke perantauannya di Tabanan, Bali, dengan membawa seluruh keluarganya dengan menggunakan kendaraan roda dua.

"Saya hanya puny motor, bisanya ya bonceng empat gini, sebenarnya khawatir. Ya tapi mau apa lagi," kata Fajar Fahmi, Jumat (30/6/2017).

Perilaku berbahaya tersebut juga dilakukan Suparman, warga Kecamatan Siliragung, Banyuwangi. Dirinya juga nekat kembali keperantauan Pulau Dewata dengan membawa dua anak dan istrinya dengan menaiki Honda Vario miliknya.

"Alhamdulilah lancar saja sampai ke Ketapang. Ya ada polisi tapi tidak sampai dicegah. Hanya mengatur lalulintas," ujarnya.

Meski kurang lebih akan menaiki kendaraan selama enam jam, dirinya sebenarnya merasa takut. Namun lagi-lagi pengendara motor tak punya alasan lain selain lebih cepat dan murah.

“Takut sih iya. Tapi gmana lagi, naik bus mahal, lama lagi, kecuali ada angkutan yang murah dan cepat menuju Bali,” ucapnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com