Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Lolos Pelabuhan Ketapang, Penyelundupan 100 Gram Sabu Tertangkap di Gilimanuk

Home / Peristiwa / Lolos Pelabuhan Ketapang, Penyelundupan 100 Gram Sabu Tertangkap di Gilimanuk
Lolos Pelabuhan Ketapang, Penyelundupan 100 Gram Sabu Tertangkap di Gilimanuk Penumpang bus Santosa saat diturunkan dalam pemeriksaan Tim Satgas Narkoba Polda Bali, di pelabuhan Gilimanuk, Bali. (Foto: Istimewa)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Tim Satgas Narkoba Polda Bali berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 100 gram, Senin (22/5/2017).

Pelaku, atas nama Bahar, warga jalan Rumah Sakit Polri, Keramat Jati, Jakarta Timur, dibekuk di pelabuhan Gilimanuk, Bali, setelah lolos dari pemeriksaan di pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi.

Informasi yang berhasil dihimpun TIMES Indonesia, penangkapan bermula dari pemeriksaan kendaraan bus dan mobil box, yang masuk ke Bali, melalui pelabuhan Gilimanuk.

Saat menggeledah bus Santosa Nopol N 7441 UD, yang dikemudikan Hari Purnomo, warga Pamotan, Dampit, Malang, petugas pos pengamanan pelabuhan dan Tim Satgas Narkoba Polda Bali, mendapati narkoba dari Bahar, salah satu penumpang.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku terbilang licin. Untuk mengelabui petugas dia menyembunyikan serbuk terlarang tersebut pada jok tempat duduk bus. Dengan cara dirobek terlebih dahulu.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Bali terkait penggagalan penyelundupan narkoba jenis sabu ini. Namun, kejadian ini dibenarkan oleh Kanit Lantas Gilimanuk, AKP Suardana.

“Kita tadi mendapat laporan anggota, tapi selanjutnya sudah menjadi wewenang Polda,” katanya saat dihubungi TIMES Indonesia via selular, Senin (22/5/2017).

Sementara itu, petugas Kawasan Perairan (KP) Tanjungwangi, Banyuwangi, selaku pengaman dan pelaksana pemeriksaan di pelabuhan ASDP Ketapang, mengaku telah menjalankan tugas sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP). Yakni memeriksa kartu identitas, kelengkapan kendaraan serta bawang bawaan.

“Tapi karena keterbatasan personil, kita tidak bisa memeriksa seluruh kendaraan penumpang, pemeriksaan intensif hanya pada kendaraan yang mencurigakan,” ucap Kapolsek KP Tanjungwangi, Banyuwangi, AKP Sudharmaji.

Dia mengakui, pengamanan di pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, memang tidak bisa seketat di pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Penyebab utama adalah kurangnya jumlah personil di Polsek KP Tanjungwangi. Kondisi tersebut memaksa petugas hanya melakukan pemeriksaan pada kendaraan-kendaraan yang mencurigakan.

Karena jika terpaksa harus diperiksa seluruhnya, masih Sudharmaji, bisa menyebabkan penumpukan penumpang sebagai imbas sempitnya pintu masuk pelabuhan Ketapang.

“Di Gilimanuk, Bali, satu grup bisa 75 sampai 80 personil, sedang di Ketapang hanya 12 personil, itu saja dibagi di Dermaga LCM, ASDP, pelabuhan Tanjungwangi, dan Mako KP Tanjungwangi,” pungkas Sudharmaji. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com