Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Aplikasi Ciptaan Dosen ITN Ini Bikin Pengawasan Wilayah Jadi Mudah

Home / Pendidikan / Aplikasi Ciptaan Dosen ITN Ini Bikin Pengawasan Wilayah Jadi Mudah
Aplikasi Ciptaan Dosen ITN Ini Bikin Pengawasan Wilayah Jadi Mudah Pencipta Ur Watch, Muhammad Reza saat memaparkan hasil temuannya, Senin (8/5/2017). (Foto: Tika/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) menciptakan aplikasi yang memudahkan dalam pengawasan wilayah dan kota. 

Aplikasi ini diciptakan oleh salah satu dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN, Muhammad Reza ST MUPR. 

Reza, demikian dia biasa disapa, menciptakan aplikasi android yang dinamakan Ur Watch atau Urban and Regional Watch. Ur Watch ini, bisa digunakan di android lollipop atau di atas itu. 

Saat memaparkan hasil ciptaannya, Reza menjelaskan, dengan aplikasi yang diklaim yang pertama di Indonesia ini, user dimudahkan untuk melakukan pengawasan wilayah kota. 

"Misalnya saja bagi developer property atau orang dari luar kota ingin membangun di wilayah tertentu, tidak perlu datang ke daerah tersebut, cukup memantau  dari aplikasi ini saja," beber dia saat pemaparan materi di ruang sidang, lantai 3 ITN Malang, Senin (8/5/2017). 

Alumni ITN yang merupakan lulusan salah satu universitas di Australia itu menjelaskan, dengan aplikasi ini bisa dilihat sejauh mana data mengenai rencana tata ruang dan kota. 

Lulusan salah satu kampus di Australia itu menjelaskan, dengan aplikasi ini bisa dilihat sejauh mana data mengenai rencana tata ruang dan kota. 

"Jadi misal dari Jakarta ingin melihat kawasan mana yang bisa dijadikan pemukiman, tidak harus datang ke Malang tapi bisa dicek pakai itu," bebernya.

Cara kerjanya, lanjut dia, data tata ruang termasuk zoning map di suatu wilayah sudah terintegrasi dengan sistem yang dia ciptakan.  

Kemudian, aplikasi ini juga terintegrasi dengan Google Map, sehingga terhubung dan bisa menampilkan peta serta land use masing-masing daerah yang dikehendaki. 

"User pilih lahan nanti dipost dan menunggu tanggapan admin, dalam hal ini adalah DPRD di setiap Pemkab dan Pemkot serta Dinas terkait untuk urusan tata ruang," bebernya. 

Data yang terpampang dalam Ur Watch, lanjutnya, berdasarkan data tata ruang yang sudah diperdakan oleh Pemkab dan Pemkot setempat. 

"Jadi data dari aplikasi ini sudah resmi sehingga tidak ada ceritanya nanti lahan sudah dibangun rumah atau hunian atau tempat usaha, tapi digusur karena lahan tidak sesuai dengan tata ruang yang disahkan," beber dia. 

Aplikasi yang diciptakan dalam waktu tiga bulan itu, lanjut dia, sudah di uji cobakan di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang sebagai case study. 

"Nanti di masa yang akan datang, akan banyak daerah yang bisa dipantau melalui aplikasi ini," tegas dia. (*)

Berita Terkait

Komentar

Connect failed: No route to host

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com